UANG PULUHAN TRILIYUN MENGALIR KE ACEH TAPI BELUM TERSENTUH UNTUK RAKYAT KECIL

By Delegasi News 03 Jan 2018, 22:04:33 WIB Berita Utama
UANG PULUHAN TRILIYUN MENGALIR KE ACEH TAPI BELUM TERSENTUH UNTUK RAKYAT KECIL

Jakarta-Rabu 3/01/2018 Media | Radio Delegasinews, Drs Tgk H.Ghazali Abbas Adan melalui siaran Hpnya pada Wartawan Media Radio Delegasi Indonesia menyebutkan Saya tidak pernah mengatakan orang Aceh tidak kompak membangun negerinya. Tetapi yang berani saya katakan bahwa agaknya benar para pemimpin  Aceh yang nota benenya mendapat amanah untuk membangun Aceh belum menunjukkan kesungguhan dan keseriusan serta tanggung jawab menjalankan amanah yang diembannya.

Lanjutnya betapa ketika memburu kekuasaan, dalam hal ini kekuasaan yang menyangkut dengan urusan publik, rupa-rupa janji ditaburkan niscaya publik tertarik memberi dukungan sehingga dengan dukungan itu tercapailah apa yang dia inginkan, tetapi setelah itu dia lupa terhadap apa yang dijanjikan.

Lebih jelas kata DPD RI itu Sebagai contoh, kita belum lupa akan janji tiap bulan  keluarga di Aceh mendapat Rp 1 juta, bagi anak-anak Aceh yang sudah akil baligh akan dapat menunaikan ibadah haji gratis dengan kapal pesiar, tetapi janji-jinji ini tidak pernah terwujud dan banyak lagi janji-janji cet langet lainnya.

Di katakanya lagi,Beberapa tahun terakhir Aceh mendapatkan dana transfer dari pusat dalam jumlah yang sangat fantastis karena di antranya yang paling menonjol adalah dana otonomi khusus (otsus ) tetapi faktanya rakyat Aceh masih saja menempati rangking yang belum menggembirakan dalam hal kemakmuran dan kesejahteraan. Sementara para elite politik hidup makmur dengan rupa-rupa sumbernya.

Dana transfer dari pemerintah pusat yang fantantis itu belum dapat dikelola dengan baik untuk mensejahterakan rakyat, kecuali di bidang kesehatan diawali oleh program JKA sehingga meringankan bagi rakyat untuk berobat ketika kesehatannya terganggu,imbunya.

Berdasarkan pengelaman sebagaimana saya deskripsikan ini, saya sangat mengharapkan era kepemimpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah niscaya amanah yang diberikan masyarakat meminpin Aceh selama periodenya beberapa tahun kedepan benar-benar dilaksanakan dengan baik dan bertanggungjawab, terutama terhadap janji-janji dan program-program strategis pro-rajyat yang pernah diutarakan dalam proses menuju terminal amanah yang didapatkan saat ini,pungkasnya.

Dalam yang waktu yang bersamaan saya ingatkan pula, bahwa dana transfer dari pemerintah pusat yang jumlahnya seperti sekarang disebabkan  dana otsus, dimana menurut rumusnya ia akan berkurang dan berakhir pada tahun 2027. Oleh karenanya kepemimpian Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah harus menunjukkan kecerdasan dan kepiawaiannya mengelola dana itu niscaya monumental dalam rangka mengantisipasi satu masa kelak dana otsus itu berakhir dan dalam yang bersamaan pula mengajak semua elemen masyarakat Aceh, apakah ia elite politik, tokoh-tokoh masyarakat maupun akademisi cerdik candakia menyamakan sikap dan suara meminta kepada pemerintah pusat agar dana otsus itu dipermanenkan, jelasnya.

 Untuk tujuan ini tidak perlu mengait-ngaitkan dengan  dana otsus untuk Papua atau dana keistimewaan Daerah Istimewa Yogjakarta, tetapi berdasarkan fakta-fakta sejarah prestasi dan peran Aceh dalam kaitannya dengan terbentuk dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI). Namun dalam perjalanan periode kepemimpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah untuk beberapa tahun ke depan benar-benar melaksanakan program-program strategis pro-rakyat. Sekaitan dengannya berdasarkan beberapa program Aceh Hebat sebagaimana yang telah dikhalayakkan, apabila benar-benar dan sungguh-sungguh dilaksanakan, Aceh hebat itu akan menjadi kenyataan, insya Allah,kata Ghazali Abbas Adan, anggota DPD RI Dapil Aceh.

Laporan : Zoni Jamil,S.Sos.i

Editor : Mas Totok




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment