Pelaku Pelecehan Seksual di Abdya Harus Dihukum Sesuai UUPA

By Delegasi News 14 Nov 2020, 19:23:36 WIB Aceh
Pelaku Pelecehan Seksual di Abdya Harus Dihukum Sesuai UUPA

 

ACEH, DELEGASINEWS.COM - Salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh kecam tindakan pelecehan seksual yang terjadi di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) beberapa waktu lalu.

"Saya menduga jika kasus ini dikembangkan, mungkin akan ada korban lain. Sangat disayangkan hal ini bisa terjadi di Bumi Serambi Mekkah," ujar Mustafa kepada awak media, Sabtu, 14 November 2020.

Menurut pemuda yang berasal dari salah satu gampong di Kecamatan Babahrot tersebut, terduga pelaku yang telah ditangkap pihak Kepolisian merupakam pengindap penyakit fedofilia.

"Saya rasa pelaku mengindap penyakit fedofilia, dimana penderita penyakit tersebut akan terus melakukan perbuatan yang serupa terhadap anak, maka perlu adanya tindak lanjut yang serius dari pihak yang berwajib," cetus Mustafa.

Mustafa menyampaikan, ia berharap agar kasus yang dilakukan predator DH,29 terhadap 2 orang anak yang menjadi korban dan 1 anak lainnya ditetapkam sebagai saksi tersebut agat diproses hukum sesuai Pasal 76 D UU RI nomor 35 tahun 2014 jo.

Kemudian tambahnya, sesuai dengan pasal 81 ayat 1 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubuhan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002.

"Pelaku harus dijerat sesuai UU tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15  tahun serta denda paling banyak Rp5 miliar," imbuh Mustafa.

Atas nama mahasiswa Hukum dan putra Babahrot, Mustafa meminta Kepolisian Resor (Polres) Abdya untuk menindak tegas pelaku yang telah melecehkan anak-anak dibawah umur tersebut.

"Kami berharap kepada Polres Abdya agar perkara predator anak tersebut dapat ditindak tegas dan dihukum sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA). Karena dikhawatirkan korban akan hancur masa depannya akibat ulah pelaku," jelas Mustafa.

Selain itu, Mus juga meminta kepada P2TP2A Abdya untuk berperan aktif dalam pemulihan psikologis anak yang menjadi korban pelecehan, karena menurut Mus, korban anak tersebut sudah pasti mengalami trauma.

"Kami berharap kepada orangtua agar lebih hati-hati menjaga anaknya, karena pengindap penyakit fedofilia tersebut sulit ditebak, bahkan orang terdekat bisa jadi sebagai penderita penyakit itu," tutup Mustafa.

Liputan : TR/Pujiaman
Editor : Totok Sucipto




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment